webet188 Agen Bola webet188 bandar Bola webet188 Judi Bola webet188 Taruhan bola
  • Webet188 Minimal Deposite Rp. 25.000 - Dan Minimal Withdraw Rp. 50.000 - (Withdraw Tanpa Batas)..
  • Webet188 Cashback 10% Sportsbook Setiap Hari Senin Jam 12.00 Wib Minimal Kekalahan Deposit Rp. 100.000..

CONTACT INFO

    • 2AFFC28E
    • 7B98AC11
    • 2AC66*** (FULL)
    • +62852 8000 5522
    • WEBET188

Start Juventus Tidak Seburuk Penilaian Orang

Start Juventus Tidak Seburuk Penilaian Orang webet188
Webet188Juventus kesulitan untuk meraih kemenangan di pertandingan-pertandingan awal Serie A musim ini. Sang pelatih, Massimiliano Allegri, tak setuju jika start Juventus dinilai buruk.

Juventus menahbiskan diri sebagai juara Serie A musim ini. Meski sedang tak bertanding, kekalahan Napoli dari AS Roma 0-1 di Stadion Olimpico pada Senin (25/4/2016) malam WIB telah mengunci posisi Nyonya Tua di puncak papan klasemen hingga akhir musim. Selisih 12 poin tak mungkin lagi dikejar Napoli dalam tiga laga sisa.

Menilik laju Juventus di awal musim, menjadi Scudetto seolah tak bakal tercapai. Tak sedkit yang memprediksi Bianconeri tak akan meraih Scudetto lagi musim ini. Mereka ditinggalkan para pilar.

Hasil pertandingan-pertandingan pun menunjukkan mereka tengah runyam dengan kehilangan Carlos Tevez, Arturo Vidal, dan Andrea Pirlo. Faktanya dalam sepuluh pertandingan awal liga, Juventus kalah empat kali.

Juventus juga hanya meraih satu poin dalam tiga laga pertama mereka musim ini. Itu menjadi hasil terburuk sejak tahun 1962. Juve baru bisa mengamankan posisi sepuluh besar di pekan ke-11.

Allegri tak menyangkal kalau Juve terseok-seok di awal musim. Tapi, dia menyebut terlalu dini untuk menilai hasil akhir pada sepuluh laga awal.

“Apakah itu awal yang buruk? Setelah kalah dari Roma di awal musim, saya tetap tenang dan yakin bahwa kami mampu menjalani musim yang hebat. Namun ketika kembali kalah lawan Sassuolo beberapa bulan kemudian, banyak aura negatif yang ada di tim kami,” kata Allegri seperti dikutip Football Italia.

“Kami kalah dalam sebuah laga yang sulit dijelaskan. Kemudian Juventus dinilai bermain buruk. Memang wajar kalau kami disebut kehilangan sesuatu, namun kami tidaklah seburuk yang dinilai dan dilihat orang saat itu,” tutur dia.

Dalam perjalanannya, Juve membukukan rentetan kemennagan-kemenangan yang melejitkan posisi mereka di papan klasemen. Hingga akhirnya Juventus menjadi juara di pekan ke-35.

“Menang 24 dalam 25 pertandingan adalah unik. Bisa jadi ada tim lain yang mampu lebih baik lagi dalam enam tahun ke depan atau malah dibuat Juventus lagi,” tutur Allegri.

“Saat Natal kami menargetkan untuk berjarak enam poin dari pemuncak klasemen dan pada bulan Maret ada di urutan kedua. Saya katakan kalau kami sudah menunjukkan hasil lebih bagus ketimbang prediksi,” ucap dia.

Start buruk di awal musim membuat Juventus sempat divonis tak akan bersaing di jalur scudetto. Tapi Juve bangkit dan melaju amat kencang untuk jadi juara.

Juve mengawali Serie A 2015/2016 dengan buruk. Dalam 10 pertandingan pertama, Juve sudah kalah empat kali dan terdampar di peringkat 12.

Setelah kalah dari Sassuolo di giornata 10, Juve lantas tak terhentikan. Dimulai dengan mengalahkan Torino, Gianluigi Buffon dkk. kemudian memenangi 15 laga secara beruntun untuk melesat ke puncak klasemen.

Sejak saat itu, Juve tak terbendung. Hanya sekali imbang melawan Bologna, Juve kemudian kembali merangkai sembilan kemenangan beruntun–termasuk melawan Fiorentina, Senin (25/4/2016) dinihari WIB.

Kekalahan yang didapat Napoli dari AS Roma, Senin (25/4/2016) malam WIB, kemudian memastikan gelar scudetto untuk Juve. Itu adalah titel Serie A kelima secara beruntun untuk Bianconeri.

Menilik perjalanan Juve musim ini, Leonardo Bonucci sangat bangga bisa membawa timnya juara. Disebut Bonucci, keberhasilan ini sekaligus jadi kemenangan atas mereka yang meragukan Juve di awal musim.

“Mengingat semua yang sudah terjadi, ini adalah musim yang gila,” ucap Bonucci kepada Premium Sport seperti dikutip Gazzetta dello Sport.

“Anda (media dan publik) beranggapan kami sudah mati di bulan Oktober tapi semua orang lupa kenapa Juventus punya perisai scudetto di dada kami. Kami harus mengubah haluan setelah 1,5 bulan awal yang buruk,” lanjut bek Italia itu.

“Sejak saat itu, kami sudah menunjukkan Juventus yang sebenarnya. Pelatih membiarkan kami memikirkan pertandingan satu per satu tanpa rasa gelisah. Tidak ada yang berpikir Juventus akan mengunci scudetto di bulan April!”

“Scudetto ini akan tercatat dalam sejarah dan saya bangga membantu tim kami juara lima kali beruntun,” katanya menambahkan.

JADWAL OFFLINE BANK

anda bisa pasang taruhan pada saat bank offline.
bca
mandiri
bri
bni
cimb
Klik Disini Chat Via WA