webet188 Agen Bola webet188 bandar Bola webet188 Judi Bola webet188 Taruhan bola
  • Webet188 Minimal Deposite Rp. 25.000 - Dan Minimal Withdraw Rp. 50.000 - (Withdraw Tanpa Batas)..
  • Webet188 Cashback 10% Sportsbook Setiap Hari Senin Jam 12.00 Wib Minimal Kekalahan Deposit Rp. 100.000..

CONTACT INFO

    • 2AFFC28E
    • 7B98AC11
    • 2AC66*** (FULL)
    • +62852 8000 5522
    • WEBET188

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah

Pelatih Villarreal Nilai Wasit Berat Sebelah webet188

Webet188 – Pelatih Villarreal, Marcelino, menilai Liverpool tampil lebih baik di leg II semifinal Liga Europa. Tapi dia juga mengklaim wasit lebih menguntungkan Liverpool.

Melawat ke Anfield di leg II semifinal Liga Europa, Jumat (6/5/2016) dinihari WIB, Villarreal menelan kekalahan 0-3 dari Liverpool. Akibat kekalahan tersebut, Villarreal gagal ke final setelah kalah agregat 1-3 dari The Reds.

Dalam pertandingan tersebut, Villarreal harus mengakhiri laga dengan 10 pemain. Victor Ruiz diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-71 saat Villarreal tertinggal 0-2.

Marcelino mengeluhkan kerja wasit Viktor Kassai yang memimpin pertandingan. Dia menilai wasit berat sebelah dan cenderung menguntungkan tuan rumah.

“Dalam konteks pertandingan ini, wasit membiarkan banyak hal, jadi ketika melihat pemain Anda diusir, Anda membuat kesimpulan sendiri,” ujar Marcelino seperti dikutip dari Sky Sports.

“Saya pikir wasitnya tidak cukup imbang untuk kedua tim,” imbuhnya.

Kekalahan ini disebut Marcelino sulit diterima. Tapi dia juga mengakui kalau Liverpool yang terus menekan bermain lebih baik.

“Semua tidak berjalan sesuai rencana kami. Kebobolan gol cepat memukul kami, itu adalah pukulan telak,” ucap Marcelino.

“Liverpool bermain lebih baik daripada kami tapi untuk semua superioritasnya, mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang. Ketika pemain kami diusir, sejak saat itu permainan sudah berakhir untuk kami,” katanya.

Jalannya Pertandingan

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Anfield, Jumat (6/5/2016) dini hari WIB, Liverpool langsung menekan sejak kick-off. Beberapa kali mereka mengancam pertahanan Villarreal lewat serangan yang dibangun dari sisi sayap.

Di menit-menit awal, barisan belakang Villarreal nyaris membuat blunder ketika mereka salah mengantisipasi sebuah umpan silang dari kiri. Namun, sebelum bola dikuasai oleh pemain Liverpool, kiper Villarreal, Alphonse Areola, lebih dulu berhasil mengamankannya.

Kendati begitu, Liverpool tetap sukses mencetak gol di menit-menit awal laga. Ketika pertandingan memasuki menit ke-7, gawang Villarreal bobol lewat sebuah serangan cepat.

Para pemain Liverpool mengarahkan bola ke kanan, ke arah Nathaniel Clyne berdiri tanpa pengawal. Clyne lalu melepaskan umpan silang ke kotak penalti, yang masih bisa dihalau oleh Areola. Bola kemudian dikembalikan lagi ke depan gawang Villarreal oleh Roberto Firmino, dan berbelok masuk ke dalam gawang Villarreal setelah mengenai gelandang Villarreal, Bruno Soriano.

Setelah gol itu, Liverpool dengan gencar menekan pertahanan Villarreal. The Yellow Submarine dibuat kesulitan untuk membangun serangan dan mengkreasikan peluang. Di setengah jam pertama, peluang Villarreal hanya berasal dari sundulan Soriano yang masih bisa diblok.

Berbeda dengan Liverpool yang masih sempat mendapatkan beberapa kans, di antaranya via tendangan Adam Lallana yang masih melenceng tipis pada menit ke-13. Lalu, pada menit ke-31, Dejan Lovren melakukan sundulan menyambut umpan dari James Milner, tetapi masih bisa dihentikan oleh Areola.

Menjelang babak pertama berakhir, Villarreal masih sempat mendapatkan satu kans via penyerang andalan mereka, Cedric Bakambu. Tetapi, tendangan kaki kanannya dari dala kotak penalti bisa digagalkan oleh kiper Liverpool, Simon Mignolet.

Di babak kedua, Liverpool tidak mengendurkan tekanan mereka. Alhasil, pada menit ke-63, tim besutan Juergen Klopp tersebut berhasil menggandakan keunggulan.

Firmino berperan penting. Mendapatkan bola tepat di depan kotak penalti Villarreal, gelandang asal Brasil itu langsung mengirimkan umpan terobosan kepada Daniel Sturridge. Barisan pertahanan Villarreal lengah, Sturridge berada dalam posisi onside. Lalu, dengan kaki kiri, Sturridge melepaskan sepakan datar dan mengubah skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol membuat Villarreal tertekan. Pelatih mereka, Marcelino, lantas memasukkan pencetak gol ke gawang Liverpool di leg I, Adrian Lopez, dan menarik keluar Roberto Soldado. Kendati begitu, masuknya Adrian tetap tidak mengubah keadaan. Para pemain Villarreal tetap kesulitan melepaskan umpan kunci ke depan sebagai suplai untuk Adrian ataupun Bakambu.

Di tengah usaha untuk mengejar ketertinggalan, atau minimal membuat satu gol tandang, Villarreal harus bermain dengan 10 orang. Pada menit ke-71, Victor Ruiz mendapatkan kartu kuning kedua setelah menginjak kaki Lallana tepat di depan kotak penalti Villarreal.

Liverpool mendapatkan tendangan bebas sebagai “hadiah” atas pelanggaran Ruiz itu, namun tendangan bebas yang dieksekusi oleh Philippe Coutinho masih mengenai pagar pemain.

Marcellino kemudian memasukkan pemain bertahan lainnya, Daniel Bonera, dan menarik keluar Jonathan dos Santos. Tetapi, masuknya Bonera juga tidak membuat pertahanan Villarreal lebih kokoh.

Pada menit ke-81, Liverpool justru memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0. Diawali oleh serangan (lagi-lagi) Firmino dari kiri, bola nyaris disambar oleh Sturridge yang berdiri tepat di depan gawang Villarreal. Namun, Sturridge gagal menyepak bola. Kendati begitu, bola berhasil dibelokkan oleh Lallana, yang berdiri tidak jauh dari Sturridge. Liverpool pun mengunci tiket mereka ke laga final.

JADWAL OFFLINE BANK

anda bisa pasang taruhan pada saat bank offline.
bca
mandiri
bri
bni
cimb
Klik Disini Chat Via WA